SMP Negeri 1 Ajibarang

Jl. Raya No. 2 Ajibarang

Unggul dalam Mutu Santun dalam Perilaku

Musafir Ilmu

Selasa, 05 Juni 2018 ~ Oleh admin ~ Dilihat 140 Kali

Musafir Ilmu

Karya : Salsa (VII G)

Malam berganti pagi               

Tak bisa dipungkiri,

Itulah kodrat semesta

Cerita pagi kau buka,

dengan melawan kantuk yang belum hengkang

Tak berbanding dengan insan muda di luar

Yang begitu mudah,

Tertindas oleh gelap temaram sang pagi

Kau tata pola tutur dan lakumu

Sebelum beranjak menuntut ilmu

Teriring derap gontai kaki mungilmu

Oleh sibakkan dedaunan

Oleh semilir angin pagi

Oleh lelangit yang menyiratkan embun kuyup

Walau jarak menipu anganmu

Walau sarana dan prasarana menghambat titahmu

Kau terus pacu diriimu

Memang hambar,tapi sebuah rutinitas,kewajiban pula

Tetes keringat nampaknya tak terbendung jua

Sepasang sandal yang kau substitusikan sebagai sepasang sepatu

Tertoreh noda yang sontak bercerita

Kau menatapnya sendu

Kau tak mampu berkata-kata,

Karena kau tahu,siapalah yang acuh?siapa?

Uang sakupun tak mencapai kriteria pantas,

Sungguh malang,

Seragam merah putihmu yang kian lusuh

Tertambal pula oleh noda jalanan

Yang selalu siap menghujani

Setiap pribadi yang telah rapi

Aku tak bisa membayangkan,

Bagaimana mungkin aku bertahan,

Kau masih SD,

Namun jiwamu laksana pejuang di medan laga

Dan pada akhir,begitupun lazimnya

Kau duduk bersandar pada sebuah bangku,

Sembari menerima curahan ilmu

Sembari pula menggoreskannya pada secarik kertas

Bertabur debu di pusarannya

Belum lagi saat kau pulang

Tak ada penawar teduh,

SEMOGA KELAK KAU GEMILANG...

 

 

 

Senja Terakhir

Senja kala itu,amat jingga

Semburat sang mega pun turut berpendar

Awan putih akhirnya tersiratkan jua

Namun siapa duga itu senja terakhir?

Senja apa kali ini,sobat?

Sehingga burung diam membisu

Sehingga cakrawala termenung sembilu

Sembilu sampai sang malam terbit

Duka macam apa ini?

Hingga pelupuk tak dapat berlinang

Hingga dada sesak tak tertawar

Sontak,semerbak melati membius ragaku

Sungguh harum mewangi

Pikirku mulai tak selaras

Jantungku berdetup hebat

Aku tersungkur di sisi tubuhmu yang lunglai,tak bergairah lagi

Jemari lentikku bahkan turut mematung

Cantik,kau hendak kemana?

Pagi tadi kita bersama,

Senjanya kau tiada

Rindukah Tuhan pada bidadariNya?

Atau sayangkah Tuhan pada dirinya?

Di bawah lelangit yang berhiaskan bulan dan bintang

Di bawah temaram lampu di penghujung jalan ini

Kau pulang,cantik

KepadaNya yang selalu dirindu

KepadaNya yang selalu kautemui

Dalam setiap sepertiga malam

Di setiap pengharuman sajadahmu

Selamat jalan,karibku

Ikhlasku,mengiringimu ke dalam ba

 

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

Ngatminah, S.Pd

Bismillahirohmannirrohim Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh Alhamdulillahi robbil alamin kami panjatkan kehadlirat Allah SWT, bahwasannya dengan rahmat dan karunia-Nya lah akhirnya Website…

Selengkapnya

KATEGORI

TAUTAN