SMP Negeri 1 Ajibarang

Jl. Raya No. 2 Ajibarang

Unggul dalam Mutu Santun dalam Perilaku

Cerpen cinta ?

Selasa, 05 Juni 2018 ~ Oleh admin ~ Dilihat 486 Kali

 

INIKAH CINTA

Karya : Alisa Naela Zahwa (VII E)

 

Belajar,belajar dan belajar,hanya itu yang ada di pikiran pelajar  SMA bernama Muhammad Chanyeol Maulana. Lelaki muda yang kerap disapa Cahyo itu berbeda dengan teman temanya yang terkesan acuh pada mata pelajaran. Setiap harinya Cahyo hanya berteman dengan buku dan juga angka- angka yang paling dibenci oleh pelajar pada umumnya. Cahyo selalu menduduki peringkat pertama paralel,bukan hanya itu dia juga ketua osis yang dingin dan disiplin,tak segan segan ia memarahi murid murid yang melanggar aturan sekolah,maka dari itu ia termasuk murid yang disegani guru- guru.

Dimata teman-temanya Cahyo merupakan pribadi yang dingin,jarang bicara apalagi dengan yang berhubungan PERCINTAAN,bagi Cahyo cinta adalah urusan belakangan yang tidak telalu penting baginya,dia terlalu meremehkan kekuatan cinta sampai dia bertemu siswi cantik  bernama Geva Naelatasya. Siswi pemalas,bodoh dan sering masuk ke ruang BK Karena selalu terlambat berangkat Sekolah. Sejak bertemu perempuan dengan panggilan Ael tersebut kehidupan Cahyo berubah,dia mulai percaya kekuatan CINTA.

Pagi itu seperti biasa Ael datang telat ke Sekolah,10 menit setelah bel berbunyi,tentunya gerbang sekolah sudah ditutup dan Ael harus merayu pak satpam untuk membukakan gerbangnya. Seakan hafal dengan sifat Ael,pak satpam pun tak membiarkan Ael masuk. Tak lama datang sesosok laki laki dengan tinggi lebih dari 180 cm mendatangi satpam dan berbicara “biarkan dia masuk pak,saya akan mungurusnya” dan pak satpam pun membiarkan sang gadis masuk. Dengan cepat Cahyo langsung menyeret gadis tersebut keruangan yang menjadi tempat langgananya,konseling. “sekarang aku udah tulis namamu sebagai hukumanya kamu lari keliling lapangan 5 kali” tentu saja Ael menolaknya dan Cahyo mengancam akan menambahkan hukumanya,Ael pun hanya bisa pasrah menjalani hukumanya.

Selesai menjalani hukuman,Ael langsung pergi kekantin Karena memang bel istirahat sudah berbunyi,ia langsung menghampiri sahabatnya dari kecil,Abdul Baekhyun yang kerap di sapa Baek,Baek sama saja seperti Ael,hanya dia lebih disiplin waktu. Baekhyun merupakan sahabat dekat Ael yang sering menjadi tempat curhat Ael,tapi sayangnya kedekatan mereka membuat Baekhyun mempunyai perasaan lebih kepada Ael,perasaan layaknya  seorang laki laki kepada perempuan bukan perasaan kepada sahabat biasa.

Ael bercerita tentang apa yang terjadi padanya dan jawaban Baekhyun adalah tertawa terbahak-bahak sehingga membuat Ael kesal yang akhirnya Ael memutuskan untuk pergi ke atas untuk menenangkan diri,dia memang kerap pergi ke atas hanya untuk menikmati pemandangan agar dirinya merasa tenang. Disisi lain Cahyo sedang makan baksonya dikantin dengan tenang sebelum teman perempuanya lebih,tepatnya chili chilian mengganggunya hingga dia memutuskan pergi Karena merasa terganggu,dia juga menuju atap ke tempat Ael sedang menikmati pemandangan. Saat dia melihat Ael ia berencana mengusir Ael,tetapi dia malah melihat dia menangis menjadi jadi sehingga dia memutuskan untuk mendengarkan apa yang dia bicarakan sampai menangis seperti itu.

Cahyo mendengar Ael bercerita tepatnya bermonolog tentang keluarganya,tentang bagaimana keluarganya memperlakukanya,tentang bagaimana keseharian seorang Ael yang membuat Cahyo tersentuh dan merasa tidak enak Karena sempat menghukumnya. Cahyo mendekati Ael yang tengah menangis  dan memeluknya dari belakang,Ael pun kaget dan segera menghapus air matanya,lalu bergegas pergi ke kelas Karena bel sudah berbunyi meninggalkan Cahyo yang masih terpaku melihat tingkah gadis tersebut,dan tertawa memikirkan perubahan pipi chubbynya yang berubah sangat merah. “ahh..kenapa aku jadi memikirkan gadis bodoh itu?”

Di kelas banyak yang melihatnya dengan tatapan yang tak bisa diartikan,Ael menghampiri tempat duduknya yaitu bersama Baekhyun,Ael menceritakan semua kejadian yang dialaminya bersama ketos dingin tersebut,dapat Ael liat muka Baekhyun berubah dan menatapnya dengan tatapan tidak suka. Sampai pulang sekolah Baekhyun bersikap cuek kepada Ael,saat Ael bertanya pun ia tidak menjawab pertanyaannya,akhirnya Ael memutuskan untuk pulang sendirian.

Sudah pukul 5 sore tapi belum ada satupun angkot yang lewat,langit pun sudah berubah menjadi gelap. Ia melamun sendirian,entah apa yang ia pikirkan,tentang perlakuan Cahyo atau karena perubahan sikap Baekhyun padanya,”belum pulang?butuh tumpangan?” ternyata itu adalah Cahyo yang belum pulang karena ikut rapat osis . Ael menolak ajakan Cahyo dan memilih untuk menunggu angkot. “sekarang udah jam 5 sore mana mungkin ada angkot yang datang” sambil terus memaksa Ael untuk ikut dengannya, tak lama kemudian datang angkot, satu-satunya jalan untuk menghindari Cahyo. Namun sial bagi Ael karena angkot tersebut sudah sangat penuh. Dengan sangat terpaksa Ael pulang bersama Cahyo.

Ael menaiki motor gede milik Cahyo, lalu Cahyo menyuruh Ael untuk berpegangan padanya namun Ael menolaknya dengan lembut. Tak lama kemudian motor mulai berjalan, Cahyo mengendarai motornya dengan kecepatan diatas rata-rata sehingga membuat Ael berpegangan pada pinggang Cahyo. Sampai di lampu merah Ael melihat seorang nenek tua yang tidak bisa melihat hendak menyebrang jalan, tiba-tiba Ael langsung turun dari motor Cahyo dan membantu nenek tua tersebut. Cahyo sangat tersentuh dengan apa yang dilakukan Ael. Terlintas dipikiran Cahyo bahwa Ael merupakan gadis yang baik hanya saja ia menutup-nutupinya dengan sifat buruknya. Cahyo memiliki firasat bahwa Ael memiliki banyak masalah yang membuat Ael menjadi malas dan bodoh, padahal Ael memliki pribadi yang sangat baik.

Sesampainya di rumah Ael,Cahyo langsung berpamitan kepada Ael karena hari sudah mulai gelap. Setelah itu Ael masuk kerumah dan tiba-tiba Cahyo yang belum pulang mendengar bentakan keras yang diakhiri dengan suara pecahan kaca. Secara spontan Cahyo langsung turun dari motornya dan melihat kearah jendela depan rumah Ael, ternyata Ael sedang dimarahi oleh seorang perempuan paruh baya,tetapi Cahyo tidak berani masuk karena suasana sedang panas,ia memilih meninggalkan rumah Ael dengan rasa penasaran.

Hari berikutnya seperti biasa Ael berangkat terlambat karena disuruh Ibu tirinya mengerjakan pekerjaan rumah yang berat,Ael kembali dihukum membersihkan toilet laki-laki. Toilet laki-laki terlihat sangat kotor dan berbau,dia membersihkan toilet itu dengan perasaan jijik. Saat sedang membersihkan tiba-tiba Cahyo masuk ke toilet dan mengambil alat pel yang dipegang oleh Ael dan langsung membersihkan sebagian toilet yang belum dibersihkan oleh Ael,ternyata sekarang kelas Cahyo sedang jamkos sehingga bisa membantu Ael. Saat mereka berdua sedang membersihkan toilet tiba-tiba Ael terpeleset dan mengenai tubuh Cahyo hingga mereka berdua jatuh bersama dengan keadaan Cahyo diatas dan Ael dibawah,disaat yang bersamaan Baek masuk dan memergoki mereka yang sedang dalam posisi tersebut.

Saat mengatahui keberadaan Baekhyun,Ael langsung pergi meninggalkan Cahyo dengan menyeret Baekhyun keluar. Ael mencoba menjelaskan kejadian sebenarnya kepada Baek walau mungkin Baek cemburu kepada Cahyo tapi ia berusaha mempercayai apa yang dikatakan Ael. Saat bel pulang sekolah berbunyi,Ael kembali pulang bersama Baek seperti sebelumnya.Saat akan naik motor Baekhyun,tiba tiba Ael jatuh pingsan sehingga membuat Baek khawatir,dengan sigap baek langsung membopong Ael dan membawa Ael ke UKS,dia langsung memanggil beberapa petugas yang sedang piket.

Baekhyun langsung menelepon ambulance,tak lama ambulance pun datang dan langsung membawa Ael ke Rumah Sakit Tadinya Mesra. Sementara disisi lain Cahyo yang baru selesai rapat osis masih teringat tentang kejadian di rumah Ael. Dia melihat ada ambulance yang datang ke sekolahnya,dan membawa seorang gadis yang ciri cirinya seperti Ael,melihat itu Cahyo langsung mengusul ambulance tersebut menuju Rumah Sakit Tadinya Mesra dan melihat Baekhyun sedang berada di sana dengan wajah sangat khawatir. “apa itu benar Ael?ada apa denganya?CEPAT KATAKAN BAEKHYUN!!!” Baekhyun berbohong kepada Cahyo dengan mengatakan bahwa Ael hanya terlalu cape sehingga membuatnya pingsan,bodohnya Cahyo mempercayai itu dan pergi meninggalkan Baekhyun yang tengah khawatir.

Sebenarnya Baek telah mengetahui tentang penyakit yang diderita oleh Ael, Ael sudah menderita penyakit itu sejak Ia duduk dibangku kelas 1 SMP. Penyakit yang diderita Ael termasuk penyakit yang mematikan, lebih jelasnya penyakit Ael yaitu Kanker  hati stadium 3. Orang tua Ael pun tidak mengetahui tentang penyakit Ael. Karena itulah penyakit Ael cepat menyebar keseluruh tubuhnya. Bahkan Ael pun meminta Baek agar baek tak memberi tahu tentang penyakitnya kepada siapapun.

Sudah sekitar 2 jam Baek menunggu Ael siuman, dan hasilnya tidak sia-sia. Jari tangan Ael nampak bergerak dan perlahan Ael membuka matanya. “Ael apakah kau sudah siuman?” tanya Baek kepada Ael. Dengan suara yang agak serak seperti orang yang bangun tidur Ael menjawab, “Baek, dimana aku sekarang? Apakah aku dirumah sakit? Apakah yang terjadi denganku?” tanya Ael. “ya, kau sekarang berada dirumah sakit, tadi disaat kita akan pulang tiba-tiba saja kau pingsan diparkiran, karena aku tahu apa yang terjadi denganmu jadi aku dengan sigap membawamu kerumah sakit ini.....” Baek belum menyelesaikan kalimatnya, lalu ia menyambungnya lagi “...Dokter telah memvonis kalau kankermu itu sudah masuk stadium 3 El, dan mungkin dalam waktu dekat ini kankermu akan masuk stadium akhir jika kau tidak segera melaksanakan kemo therapy” jelas Baek dengan nada yang sendu. Tanpa menunggu lama Ael menangis tersedu-sedu. Ia menangis karena jika ia tidak segera melakukan kemo therapy maka ia akan segera meninggalkan semuaa orang disekitarnya yang sangat menyayanginya.

Disisi lain Cahyo masih kepikiran dengan yang terjadi pada Ael, ia merasa hatinya sangat sakit saat melihat infus Terpasang ditangan Ael tadi. Dengan keberanian yang besar Cahyo memutuskan untuk datang menjenguk Ael yang sekarang dirawat dirumah sakit Tadinya Mesra. “ya, aku harus pergi menjenguk Ael jika aku ingin menghilangkan rasa khawatirku ini” lalu ia pergi dengan menggunkan motor kesayangannya. Dijalan Cahyo sempat membeli beberapa makanan untuk makan Ael dan Baek, karena Cahyo yakin Baek tidak mungkin sempat membeli makan. Sesampainya dirumah sakit, Cahyo segera menuju kekamar inapnya Ael. Saat melihat Ael yang tertidur lemas diranjang RS Cahyo mulai menyadari akan perasaannya kepada Ael.

Keesokan harinya, Cahyo kembali lagi ke RS untuk menjenguk Ael, ia juga membawa sebuket bunga untuk menyatakan perasaanya kepada Ael. Setelah sampai dikamar inap Ael, tanpa babibu Cahyo langsung menyatakan perasaanya kepada Ael, ya hubungan mereka memang sudah membaik semenjak kejadian Cahyo mengantarkan Ael pulang kerumah. “sebelumnya aku mau minta maaf dulu, kalau aku lantang. Aku memang bukan cowo yang romantis ketika menyatakan cintanya kepada seseorang, tapi setelah aku melihat sosok Geva Naelatasya, semua itu hilang dari diriku, aku merasa kamu adalah orang yang pantas menjadi pendamping hidupku. Kesimpulannya, apakah kamu mau jadi pacar aku?” jelas Cahyo panjang kali lebar. Seketika itu seorang Ael langsung membeku ditempat, pasalnya baru kali ini ada seorang cowo yang menyatakan perasaan kepadanya. “maaf tapi aku mau minta waktu dulu untuk memikirkan semua ini” jawab Ael.

Sore harinya, Ael sudah diperbolekan pulang dari rumah sakit, tetapi ia harus kembali setiap minggunya kerumah sakit untuk cek up. Dokter juga mewanti-wanti agar Ael segera melakukan kemo therapy, walaupun kemo tidak menjamin 100% kesembuhannya, tetapi kemo akan lebih memperpanjang waktunya didunia. Tetapi Ael tetap menolak dengan alasan tidak ada biaya untuk kemo therapy. Baek mengantarkan Ael pulang kerumah. Sesampainya dirumah seperti biasa Ael langsung dimarahi oleh ibunya itu dan langsung dikurung dikamar mandi hingga malam.

Tanpa disadari oleh Ael, darah telah keluar dari dalam hidungnya. Beberapa menit kemudian ia langsung jatuh tersungkur kelantai dan semuanya terlihat gelap. Karena dari kamar mandi tidak terdengar suara lagi, ibu Ael segera membuka pintu kamar mandi tersebut. Begitu kagetnya ia saat melihat Ael yang tersungkur dilantai dengan darah yang keluar dari hidung. Tanpa pikir panjang ia langsung menghubungi ambulance dan membawa Ael menuju kerumah sakit.  Dokter telah menjelaskan semua yang terjadi kepada Ael, betapa menyesalnya ibu itu karena telah menyiksa Ael disaat Ael membutuhkan dukungan dan kasih sayang dari seorang ibu. Kini keadaan Ael sangat kritis dan ia sekarang Koma.

Disisi lain Baek yang mendapat kabar bahwa Ael tengah koma segera pergi kerumah sakit dan memberi kabar kepada Cahyo bahwa sekarang Ael sedang koma. Semetara Cahyo yang mendapat kabar dari Baek sedang menangis sembari memandangi cincin yang sudah ia belikan untuk diberikan kepada Ael. Setelah Cahyo tersadar dari tangisnya ia segera menuju kerumah sakit untuk menjenguk orang yang sangat penting bagi dirinya. Sesampainya dirumah sakit Cahyo langsung menuju keruang ICU. Disana ia langsung duduk dikursi sebelah ranjang Ael, dan mengatakan beberapa kalimat untuk menguatkan Ael “El, kamu kok tidur gini sih? Kamu kan belum jawab pertanyaan aku kemaren, bangun dong El, ayo kamu psti kuat buat ngejalanin hidup ini, aku mau nerima kamu apa adanya El, mau kamu penyakitan, mau kamu miskin, mau kamu bandel, aku bakal nerima sepenuh hati aku El, kamu bangun dong El, plisss!!!”

Sekarang sudah 1 minggu Ael koma dirumah sakit, bukannya tambah membaik tetapi penyakit Ael justru telah menyebar keseluruh tubuh Ael, dan kini kankernya telah memasuki stadium akhir. Seperti biasa Cahyo menjenguk Ael sepulang sekolah, sekarang Cahyo telah duduk disebelah ranjang rawat Ael. Tiba-tiba ibu Ael masuk dengan raut wajah yang sangat kusut seperti baju yang belum disetrika 1 tahun. Ibunya Ael menjelaskan semua yang dikatakan dokter tadi selepas memeriksa Ael. Mendengar kalimat-kalimat yang diucapkan oleh ibunya Ael, Cahyo mulai lemas dan posisinya sekarang adalah ia tengah terduduk dilantai. Cahyo menangis kejer karena vonis dokter terhadap Ael.

2 hari sesudah vonis dokter keadaan Ael semakin memburuk, bahkan semua kemampuan sudah dilakukan, mulai dari kemo dan operasi, tetapi hasilnya Nihil tidak terjadi apapun kepada Ael. Kini Ael tengah berada diruang periksa, karena detak jantungnya perlahan melemah. Semua orang yang menunggu diluar ruang pemeriksaan hanya bisa menunggu Ael yang sedang diperiksa sembari berdoa. Tak lama kemudian, dokter keluar dan langsung menghampiri Cahyo, Baek, dan ibunya Ael. Dokter mengatakan hal yang tidak ingin didengar leh semua orang yang ada disana, “maaf, seluruh tenaga dan kemampuan sudah kami lakukan, tetapi tuhan berkata lain saudari Geva Naelatasya telah tiada pada pukul 15.30 WIB.” Jelas sang dokter. Seketika semua orang yang tengah serius mendengarkan penjelasan dokter meneteskan setetes demi setetes air mata.

Kini jenazah Ael sedang dimandikan dirumah Ael. Selepas dimandikan Cahyo meminta izin untuk memasangkan cincin yang ia beli waktu itu untuk Ael. Sambil memasangkan cincin dijari manis Ael, Cahyo mengtakan “walaupun kamu sudah tiada, tetapi kamu kana selalu didalam hatiku ini, dan selalu jadi wanita kedua yang aku cintai setelah ibuku” tanpa disadari sebutir air mata menetes dari mata Cahyo. Setelah selesai dimandikan dan dishalatkan, jenazah Ael segera dimakamkan. Dipemakaman Baek tak henti-hetinya menangis, ia masih tidak percaya kalau sahabatnya ini sudah tiada, Baek merasa baru saja kemarin ia mengenal Ael, kenapa sekarang Ael harus pergi untuk selamanya. Sama halnya dengan Cahyo ia tidak bisa melupakan kejadian yang ia alami bersama Ael,dengan gadis manis tersebut ia dapat merasakan apa itu cinta,dan kenyataan bahwa tidak semua cinta itu sempurna.

 

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

Ngatminah, S.Pd

Bismillahirohmannirrohim Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh Alhamdulillahi robbil alamin kami panjatkan kehadlirat Allah SWT, bahwasannya dengan rahmat dan karunia-Nya lah akhirnya Website…

Selengkapnya

KATEGORI

TAUTAN