SMP Negeri 1 Ajibarang

Jl. Raya No. 2 Ajibarang

Unggul dalam Mutu Santun dalam Perilaku

Cerpen Horror

Selasa, 05 Juni 2018 ~ Oleh admin ~ Dilihat 74 Kali

Sahabat Ghaib

Karya : Ririn Fira T (VIII B)

 

Meifa,Zanianda Meifa Ristra adalah nama yang kumiliki dan diberikan oleh kedua malaikatku.Malaikat kematian.Aku adalah anak semata wayang,aku kesepian,aku bosan.Kedua orang tuaku tak pernah mempedulikanku,mereka hanya memperhatikan pekerjaan mereka.

 

"Mei.."panggil temanku,Rica.

 

"Iya Ca?"

 

"Ada anak kesurupan tuh,liat yuk!!rame tuh"ucapnya semangat 45.

 

"Nggak ah,nanti malah kamu yang kesurupan lagi.Setankan sukanya sama cewek yang mukanya dibawah standar kayak kamu gitu"

 

"Enak aja,yang ada kamu dulu lah baru ke aku.Udahlah ngajakin lo itu lebih sulit dari ngerjain olimpiade fisika tersulit di dunia"

 

"Lebay kamu" ucapku yang langsung ditinggal Rica.

 

"Yeah,dia nggak tau aja kalau dia bakal kesurupan" batinku

 

Niatku memang pergi ke perpustakaan,membaca novel dan menyejukan body dan hati.

 

"Arghhhh,aghhharhhh"teriak seorang dari luar.

 

"Dugaanku selalu benar,kapan aku salah?"

 

Rica memang kesurupan seperti yang aku ramal 1 jam yang lalu.Ia berteriak dengan keras,aku tak akan membantunya karna itu salahnya.

 

Aku lebih memilih pergi ke rooftop SMAku.Tanpa harus membuka telinga lebar lebar aku sudah bisa mendengar apa yang mereka katakan.

 

"Itukan si aneh,ngapain ke rooftop?"bisik salah satu temanku,ralat tapi hatersku.

 

"Iya,dia yang katanya bisa liat hantu kan?mana ada hantu di jaman modern kayak gini?"

 

Aku hanya membiarkan mereka berbicara sesuka mereka.Aku hanya akan mencoba melihat masa lalunya.

 

"Masa lalu yang buruk"ucapku lantang,mungkin mereka bisa mendengar ucapanku.

 

Apa kalian ingin tahu kelebihanku?entahlah aku tak bisa menyebut ini kelebihan maupun kekurangan.Aku hanya bersyukur mendapatkan anugerah ini.

 

Aku dapat melihat mereka yang tak kasat oleh mata normal seperti kalian,aku juga bisa melihat masa depan dan masa lalu kalian jika masa lalu bisa sampai masa penjajahan tapi jika masa depan hanya sampai 2 jam saja,dan aku bisa bertelepati pikiran.

 

Semuanya terserah kalian,mau percaya ataupun tidak itu keyakinan masing masing.Tapi itulah yang aku rasakan.

 

Tak ada orang yang tahu tentang semua kebenaran ini,tapi ada satu hantu yang tahu tentang ini.Dia sahabatku,sahabat sejak dia hidup sampai ia menjadi hantu.Namanya Keira.Aku bisa melihat mereka tapi aku tak bisa mendengar apa yang mereka katakan,biasanya kami berkomunikasi lewat surat.Hanya Keira yang mendengarku.

 

"Kei aku tak punya teman seperti kamu,semua temanku membullyku.Mereka penuh kemunafikan"ucapku.

 

Keira langsung mengambil secarik kertas dan menuliskan jawabannya disana.

 

"Ayolah Mei,kamu nggak boleh bergantung terus sama aku.Di dunia ini bukan hanya ada aku yang baik padamu.Aku punya kembaran,namanya Ares"

 

"Aku tak pernah tau itu"

 

"Aku tak pernah bercerita,ia pernah berjanji padaku bahwa siapapun sahabatku pasti aku menjadi sahabat terbaiknya"

 

"Ares?ia kembaranmu?dia tinggal dimana?"

 

"Aku tak pernah tau,yang jelas masih sekitaran sini.Aku juga tak pernah melihat wajahnya,kami berkomunikasi lewat telepati"

 

"Ia sama seperti kita?"

 

"Dia sama seperti kita,temui dia.Aku rasa dia satu sekolah denganmu"

 

"Tapi Kei,bagaimana aku tahu tentang dia?"

 

"Kamu sekolahkan?untuk apa ilmumu jika tidak kamu pakai?" tulisnya yang langsung hilang entah kemana.

 

"Dasar hantu aneh,labil,gaje,jelek,kurang ajar emang!!"

 

3 hari berlalu,3 hari itu aku lakukan untuk menstalk semua nama yang terdapat 'Ares' dan tanggal lahirnya sama dengan Keira.Dan akhirnya aku menemukan,seorang cowok.

 

"Akhirnya ketemu,dari kelas XI IPS 3 ternyata"ucapku sendiri.

 

"Ah bodohnya diriku,pastilah dia kelas XI.Dia kembaran Keira,Keira satu angkatan denganku.Kalau gini oasti 1 hari udah dapet infonya"omelku pada diri sendiri.

 

Keesokannya aku langsung menemuni Ares di kelas XI IPS 3.

 

"Maaf,Ares?"tanyaku.

 

"Tuh Ares mah yang lagi duduk di pojok tuh!"tunjuknya.

 

"Ah maaf dan terima kasih"

 

 

Aku langsung menghampiri Ares.

 

"Lo siapa?ada perlu apa?mau tanya gue siapa?"

 

"Gue udah tau lo siapa,kembaran Keirakan?"

 

Ares hanya mengkerutkan keningnya.

 

"Lo siapanya dia?"heran Ares.

 

"Kenalin,gue Meifa.Sahabat Keira"

 

"Keiranya mana?lo baru pindahan sama Keira?"

 

"Kamu nggak tau?"

 

"Soal apa?soal lo itu sahabat deket Keira?gue cuman tau kalau.."

 

"Jadi Keira meninggal karna kanker?"tanya dalam hati,mungkin dia ingin menjerit tapi hanya dalam hati yang ia bisa.

 

"Iya,dia sudah meninggal.Maaf,dia tak memberitahumu"jawabku dalam hati juga.

 

"Aku yakin dia sudah berusaha menemuiku,hanya saja aku tak memiliki kekuatan sepertimu.Aku tak bisa melihat apa yang kamu lihat"jawabnya dalam hati.

 

"Baiklah aku mengerti,jadi kau mau menjadi sahabatku?"tanyaku masih dalam hati.

 

"Kamu bakal aku anggep sebagai adik sendiri malahan"jawabnya dengan ucapan.

 

Akhirnya aku mempunyai sahabat yang memiliki kemampuan sepertiku.

 

-End-

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

Ngatminah, S.Pd

Bismillahirohmannirrohim Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh Alhamdulillahi robbil alamin kami panjatkan kehadlirat Allah SWT, bahwasannya dengan rahmat dan karunia-Nya lah akhirnya Website…

Selengkapnya

KATEGORI

TAUTAN